Rabu, 06 Januari 2021

Januari 2021, Pandemi dan Investasi

Sejak tahun 2014 atau sekitar satu tahun setalah aktif di blog, aku selalu menulis artikel berkaitan dengan ulang tahun ku. Tahun lalu (tahun 2020) misalnya, aku menulis artikel yang berjudul “Januari, Refleksi Tahun Lalu dan Harapan Tahun Baru” di artikel tersebut aku bercerita tentang refleksi apa saja yang aku lakukan selama satu tahun terakhir dan harapan apa saja yang ingin aku capai di umur yang baru.
Sumber : iStock / CNN Indonesia

Tulisan pada artikel tahun lalu, setelah aku baca ulang sangat menarik untuk diteruskan pada tahun-tahun berikutnya. Menulis refleksi terhadap satu tahun terakhir dan merancang rencana juga harapan apa saja yang ingin dicapai dalam satu tahun kedepan sangatlah menarik untuk dijadikan rutinitas awal tahun.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang selalu tepat waktu, artikel spesial ulang tahun ku pada tahun 2021 ini baru aku selesaikan H+6 setelah ulang tahun ku namun artikel ini akan tetap aku posting di tanggal ulang tahun ku. Alasan kenapa tidak tepat waktu adalah karena ada beberapa hal yang mendesak dan aku liburan ke salah satu destinasi wisata keren di Aceh tepat pada hari ulang tahun ku kemarin (Insya Allah cerita tersebut akan aku tulis juga di Blog ini).

Refleksi 2020 (Pandemi)

Sekilas refleksi berdasarkan artikel yang aku tulis pada Januari tahun lalu, di paragraf terakhir aku sempat menyinggung salah satu harapan ku di umur yang baru adalah semoga bisa segera menyelesaikan kuliah dan  wisuda agar bisa membahagiakan kedua orang tua.

Alhamdulillah, harapan itu terwujud, aku telah menyelesaikan kuliahku setelah resmi dinyatakan lulus oleh dosen penguji pada sidang Tugas Akhir (TA) yang dilaksanakan secara online via Zoom pada Rabu, 11 November 2020 (11/11). Walaupun tanpa wisuda langsung akibat pandemi Covid-19, aku tetap bersyukur karena telah menyelesaikan salah satu tanggung jawabku, dan sedikit banyak ikut merasakan kebanggaan yang dirasakan oleh orang tuaku.

Tentu tahun 2020 adalah tahun yang berat bagi banyak orang termasuk aku, akibat pandemi Covid-19 selain tidak bisa merasakan indahnya wisuda, aku juga harus kembali merasakan Ramadhan dan Idul Fitri di perantauan akibat aturan pelarangan mudik dan penutupan bandara yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat pada H-6 jadwal penerbangan ku untuk pulang ke Aceh.

Dibalik pandemi Covid-19 dan banyak hal yang terjadi pada tahun 2020, tentu ada banyak pelajaran yang telah aku dapatkan, dengan penuh rasa syukur tahun lalu juga telah menjadi bagian dari catatan sejarah cerita panjang perjalanan hidup ku, dimana aku telah menyelesaikan pendidikan tingkat sarjana ku di tahun tersebut di tengah situasi pandemi.

Harapan 2021

Jika ada yang bertanya, apa harapan ku di tahun dan umur yang baru ini, jawabanya sederhana dan utamnya tetap sama seperti yang aku sebutkan pada artikel tahun lalu yaitu tetap bermanfaat, dan lebih bisa menfaat dengan hal-hal yang aku lakukan. Hal ini juga menjadi moto ku yang aku sebutkan di halaman moto Tugas Akhir ku yaitu :

خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

 

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia”

(HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

 

Selain itu juga masih sama dengan harapan-harapan tahun sebelumnya, yaitu bisa semakin lebih baik, dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjauhi segala larangan-larangan Allah SWT.

Sedangkan untuk harapan yang lebih spesifik adalah, semoga di umur yang baru ini aku bisa mulai berkarir secara profesional dengan kata lain bisa mendapatkan pekerjaan impian ku. Sejak Maret 2019 memang aku telah bekerja di Direktorat Pembinaan Kemahasiswaan UII dengan statyus student staf, aku sangat bersyukur bisa banyak belajar dan memulai karir disana, hanya saja untuk saat ini setelah menyelesaikan pendidikan jenjang sarjana, aku ingin memulai karir yang sesuai dengan bidang ilmu ku dan mencari suasana kerja yang baru, semoga diberikan yang terbaik, Amin.

Selain itu aku juga berharap di umur ku yang semakin bertambah ini, aku mulai bisa rutin berinvestasi, karena tentunya dari pada sekedar menabung dimana asset tersebut tetap dan tidak bekerja lebih baik melakukan investasi dengan catatan telah paham dan siap akan resiko dari setiap instrumen investasi yang dipilih.

Hal lain yang membuatku semakin tertarik dengan investasi dibandingkan menabung secara konvensional adalah seperti yang dikatakan oleh temanku yang telah mulai melakukan investasi sejak beberapa tahun lalu, yaitu seperti apa yang dikatkan oleh Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan Indonesia saat ini), yaitu :

"Di negara maju itu orangnya bisa santai menikmati, tapi uang dan asetnya bekerja keras dipakai untuk berinvestasi, sehingga dia dapat return tinggi jadi leha-leha. Kalau di Indonesia dan negara berkembang, orangnya kerja keras tapi asetnya tidur, ditaruh di bawa bantal. Orangnya kerja keras dan tidak dapat banyak lagi. Mindsetnya beda."

Tentu tidak ada yang tau selain Allah SWT apakah harapan ku tersebut akan terwujut atau tidak, namun seiring berjalannya waktu akan ikut menjawab harapan yang telah aku tuliskan pada artikel ini. Terakhir sebelum aku akhiri artikel ini, semoga pandemi Covid-19 segera berakhir dan dunia bisa kembali normal, Amin. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar