Minggu, 01 April 2018

Techcomfest 2018, Saat Banyak Hal terjadi diluar Dugaan

Selalu ada banyak kejutan yang tak pernah disangka hadir tiba-tiba. Bahkan terkadang saking tiba-tibanya datang kejutan tersebut, kita menjadi lupa bahwa baru saja kita mendapatkan sebuah kejutan. Untuk itu alangkah lebih baiknya kita selalu bersyukur dengan hari-hari yang telah kita lalui.
Sekitar Desember 2017 yang lalu contohnya, tanpa sengaja dengan iseng aku mensubmit proposal mytip-ku, Jujur saja disana aku sama sekali tidak mengharpkan lolos, hanya sekedar submit. Alasan mengapa aku tidak berharap lolos diantaranya, lomba tersebut hanya di Semarang (Kampus Politeknik Negeri Semarang), aku pikir terlalu dekat, selain itu juga tentu nanti akan ada biaya pendaftaran, karena aku sendiri (tanpa team) tentu biaya akan memberatkan.

Selang sekitar dua bulan, dimana saat aku sama sekali tidak lagi memikirkan terkait lomba tersebut, tiba-tiba ada email yang masuk, yang menyatakan bahwa aku lolos untuk mengikuti tahap presentasi di Semarang. Wow pikirku, hal yang sama sekali tidak diharapkan bisa tiba-tiba lolos. FYI aja, pengumuman tersebut masuk ke E-mail ku, tepat setelah aku selesai melakukan shalat dhuha. 

Pesan moralnya disini adalah Ibadah shalat dhuha benar-benar memiliki efek yang sangat besar dalam memperlancar dan mempermudah datangnya rezeki, jujur bukan kali ini saja aku mendapatkan rezeki setelah shalat dhuha, namun amat sangat sering frekuensinya.

Kenapa aku bisa bahagia setelah mendapatkan pengumuman tersebut, padahal aku tidak mengharapkan bisa lolos. Jawabanya adalah, aku bisa megajukan bantuan dana ke pihak kampus, yang notabennya aku tidak perlu mengeluarkan modal biaya pendaftaran karena akan dibayarkan oleh pihak kampus, dan batas akhirnya pembayaranya juga lumayan jauh.

Cerita dimulai sejak hari H yaitu 18 Maret 2018, Pagi itu aku berangkat sendiri menggunakan bus dari Jogja ke Semarang. Jujur ini kali perdana aku ke Semarang, walau sebenarnya jarak antara Jogja dan Semarang tidak begitu jauh, hanya sekitar lebih kurang dua sampai tiga jam. 

Sebelumnya hari keberangkatan aku telah mencari beberapa informasi terkait metode perjalan Jogja-Semarang, sehingga aku memilih menggunakan bus. Sekitar 5 menit sebelum jam 6 pagi aku sudah tiba di terminal jombor. 

Sedikit cerita, malam sebelumnya aku benar-benar takut kalo sampai bangun kesiangan, karena beberapa malam sebelumnya aku kesiangan terus. Setelah proses pembelian tiket selesai aku langsung menuju bis, bisnya bisa dbilang cukup nyaman. Sekitar 10 menit aku menunggu bisnya langsung jalan.

Awalnya aku sempat terheran-heran, bagaimana bisa  bis ini langsung jalan, padahal penumpannya belum penuh, dan bisa dikatakan tidak ada setengahnya terisi, aku berpikir apakah tidak rug bis ini. Namun sekitar 5 KM setelah berjalan, ada penumpang yang menunggu di kiri jalan, wah disitu aku langsung paham bahwa bis ini menggunakan sistem angkot, yaitu bisa ambil penumpang di pinggir jalan.

Karena banyak berhenti untuk mengambil penumpang dan macet juga, aku baru sampai ke Semarang jam 08.45, atau sekitar dua jam 45 menit. Sampai di persimpangan terdekat dengan Politeknik Negeri Semarang (Polines) aku langsung turun dan mencari Go-Jek. Perjalannya lumayan singkat, hanya sekitar 10 menit dari tempat aku turun awal, aku sampai ke Kampus Polines.

Awalnya aku cukup binggung mencari ruang karena desain Polines yang bercampur aduk dengan Universitas Diponogor (Undip), hingga akhirnya aku menjumpai ruang serba guna polines, tempat acara berlangsung. Aku tidak terlalu telat, karena memang panitia telah menSetting agar peserta lomba mengikuti pembukaan dan seminar terlebih dahulu, ketika itu aku sempat mendengarkan satu sesi seminar, yang menututku lumayan bagus.
Hingga tibalah akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu. Yaitu waktu presentasi, karena aku mendaptkan urutan ke-10 jadi, aku sempat mendengarkan semua presentasi peserta lainnya. Disini aku begitu kesepian, bagaimana tidak.. aku sendiri sedangkan perwakilan tim lain sama-sama paling sedikit dua orang, dan beneran hanya aku yang satu.

Terakhir karena aku tidak tahan sendirian, aku mencoba menyapa peserta lain, dan mencoba untuk membuka obrolan. Hal yang pertama aku tanyakan adalah asal kampusnya, dia menjawab dengan dingin tanpa bertanya balik, aku merasa ini tidak cocok untuk diajak ngobrol. Tentu kalian tau alasanya, aku tidak mau menjadi seperti wartawan yang terus bertanya tanpa ada feedback dari lawan bicarku.

Setelah target pertama gagal, aku mencoba target lain. Aku melihat bahwa teman-teman dari kampus Jogja boleh untuk dicoba, langsung tanpa segan aku menyapa dengan menanyakan “dari UNY ya ?” aku tau karena mereka semua menggunakan almamater, aku mencoba membuka diri dengan berkenalan dan mengatakan bahwa “Aku dari UII” aku harus mengenalkan diri karena memang aku sedang tidak menggunakan almamater.

Kemabli lagi ke pembahasan paragraph satu yaitu kejutan. Di hari perlombaan tersebut, aku kembali mendapatkan kejutan. Ya… perkenalanku dengan teman-teman UNY berakhir manis, mereka sangat welcome. Hingga aku ikut diajak pulang bersama mereka yang membawa mobil pribadi.

Banyak hal terjadi satu hari tersebut, aku langsung mengenal dekat dengan mereka. Aku memang tidak mendapatkan juara disana, namun aku mendapatkan teman baru yang menurutku sangat welcome, tidak memandang aku anak kampus swasta atau apaun.
Pointnya adalah beranikan diri untuk menyapa karena kejutan memang datang tiba-tiba. Bersyukur adalah salah satu bentuk ucapan terima kasih yang bisa kita lakukan kepada yang maha kuasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Twitter

Facebook

Follow This Blog