Kamis, 17 Mei 2018

Mau Makan aja, Pake Mikir !


sumber : pixabay.com
Kangen rasanya dengan hari-hari masa lalu, saat dimana semua mudah. Ketika lapar melanda, dapur menjadi tujuan utama. Ketika jam makan tiba, nasi dan lauk sudah tersedia. Tidak ada yang harus dipikirkan karena semua aman terkendali, bahkan frekuensi dan kombinasi lauk yang tersedia setiap harinya tidak pernah menjadi sebuah problematika.

Langsung saja, sebenarnya inti dari artikel ini adalah curhatan aku pribadi sebagai anak kost. Eitsss! Bukan kost bosqu, tapi kos. Jadi curhatan kali ini erat kaitannya dengan kegiatan rutin yang kita lakukan tiga kali sehari yaitu makan. Tapi umumnya anak kos hanya dua kali, sehari kayanya gitu hehehe.

Jadi aku pribadi merasa aneh dengan apa yang aku alami beberapa bulan terakhir. Aku berharap sih ada dari kalian yang juga merasakan hal yang sama, supaya hal yang aku rasakan menjadi sesuatu hal yang wajar, karena kalian juga merasakan hal yang sama. Terutama engkau wahai sahabat seperjuangan “Anak kos

Keanehan tersebut adalah sering kebingungan mau makan apa. Sering aku harus berpikir lama "sekarang harus makan di warung mana lagi ya ?" Kelihatan aneh banget tentunya, Jika hal sepele ini menjadi suatu permasalahan. Hanya untuk sekedar memilih, mau makan apa dan dimana harus pake mikir bahkan kadang mikir lama. Sebenarnya alasan utama adalah rasa bosan dengan deretan makan yang tersedia disini (Semoga diterima alasanku ini)

Tapi jujur, apa yang aku ungkapkan diatas merupakan suatu kebenaran. Aku tidak tau, apa jiwa kuliner ku terlalu rendah, sehingga begitu gampangnya bosan, atau inconsistent dalam rasa merasuk ke jiwa selera makan. Tapi tetap saja, aku berharap ada anak-anak kos lain yang memiliki pengalaman yang sama, soalnya jika aku sendiri tentu ini sangat tidak wajar.

Sekedar info, yang namanya anak rantau di jogja warung makan yang paling sering dikunjungi untuk makan itu dua, yaitu burjo di siang hari dan pecel lele di malam hari. Aku sendiri sudah sangat bosen dengan kedua hal tersebut, namun juga tidak mutlak kebosanan tersebut, karena terkadang jika sudah beberapa hari tidak mengunjungi burjo dan pecel lele, rasa kangen akan muncul dengan sendirinya.

Selain dua jenis warung tersebut, ada jenis-jenis warung lain yang menyediakan jenis makanan yang umumnya sama. Jenis-jenis makanan tersebut sebagai berikut. 

1. Penyetan : Telur, Lele, Ayam, Hati Ayam, Kepala Ayam, dan hal-hal lain yang bisa di penyet, akan dipenyet. Umumnya sama, warung tersebut menyediakan menu penyetan dengan fitur bisa memilih tingkat kepedasan. Jenis warung makan ini cukup digandrungi oleh para mahasiswa.
 
2. Fried Chicken Lokal: Intinya ini semacam KFC, namun harganya sangat merakyat, relative jauh lebih murah jika dibandingkan fried chicken yang brandnya sudah multinasional seperti, KFC, CFC, AW dan lain-lain. Fried Chicken Lokal yang ada di jogja umumnya memiliki banyak outlet, sehingga ke daerah manapun kita pergi akan jumpa outlet yang sama

3. Warung Nasi Padang : Ini mah gak perlu dijelaskan, warung nasi padang hamper rata dari sabang sampai mauroke, dan tentu jenis makanan yang di sediakan disini, sama dengan warung nasi padang di daerah lain, namun terkadang ada beberapa yang rasanya, tidak senikmat nasi padang di Sumatra, karena ada beberapa yang masak-masaknya adalah orang jawa.

Jadi mungkin kalian sudah mengerti bagaimana siklus makan anak kos di Jogja. Kami hanya makan apa yang disediakan warung-warung disekitaran kos-kosan dan kampus kami. Hal inilah yang membuat tingkat kebosanan mudah datang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Twitter

Facebook

Follow This Blog