Review Film : Rudy Habibie (Part 3)

Setahun setelah itu salah satu teman Habibie mengajak habibie mengikuti kongres PPI Aachem, awalnya dia tidak mengenal apa itu PPI, kemudian temannya menjelaskan bahwa PPI adalah singkatan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di Eropa, dan setiap daerah di eropa memiliki perwkilan PPI, awalnya Habibie tidak tertarik dan akhirnya beliau mengikuti dan setelah mengenal lebih dekat dengan PPI Habibie menjadi tertarik, dan mengajukan diri untuk menjadi ketua PPI Aachem, dan berkat dukungan teman-temanya habibie terpilih menjadi Ketua PPI Aachem



Saat menjabat sebagai ketua PPI Habibie memiliki sejuta visi untuk kemajuan Indonesia, salah satu upaya dalah merealisasikanya Habibie begitu bermimpi besar untuk mengadakan seminar pembangunan yang bisa di ikuti oleh seluruh mahasiswa Indonesia yang berada di eropa, namun apa para mahasiswa senior dari Indonesia menganggap ini tidak penting, dan selalu tidak mendukung segala upaya yang di lakukan Habibie, bukan hanya tidak mendukung tapi selalu mengacaukan, hingga ada suatu kali dimana Habibie habis-habisan di puli oleh mereka karena menggangap hal yang di lakukan habibie merugikan mereka mahasiswa ikatan dinas.

Dibalik kisah dramatisme dan mengharukan di film ini juga menceritakan romantisme ketika Habibie dekat dengan salah satu gadis jerman keturunan polandia, yaitu Ilona mereka berkenalan di salah satu pesta musik yang diadakan oleh mahasiswa Indonesia, karena ilona pernah dirawat oleh salah satu perawat dari Indonesia membuat Ilona begitu mencintai Indonesia hingga sedikit banyak dia bisa menguasai bahasa Indonesia.


rudyhabibie.com
Disinilah kisah cinta Habibie dan Ilona terjalin, mulai saat itu mereka semakin hari semakin dekat, mereka sering jalan bersama, makan bersama, dan Ilona juga selalu mendukung apapun yang dilakukan dan yang dicita-citakan oleh habibie, namun dibalik itu Ayu mahasiswa Indonesia yang merupakan putri bengawan solo juga teman dekat Habibie yang mungkin ketika itu Ayu kebawa perasaan pada habibie sehingga dia begitu cemburu dengan kedekatan Habibie dan Ilona

Habibie yang seorang visioner suatu hari begitu benar-benar begitu bersemangat untuk mengadakan seminar pembangunan tersebut, walaupun tanpa dukungan pemerintah dan seniornya Habibie tetap yakin dan percaya pasti apa yang dia cita-citakan akan kesampaian, salah hal yang rencananya  akan di tuangkan pada seminar pembangunan adalah cita-cita untuk membangun Industri Dirgiantara di Indonesia, selain itu habibie juga sempat mingirim surat ke pemerinta Indonesia mengusulkan untuk membangun Industri Ini

Sangking semangatnya suatu hari Habibie sampai tidak memperdulikan salju dia tetap membagi selembaran brosur kepada orang-orang untuk memberitahukan seminar pembangunan, sampai Habibie sempat pingsang dan masuk rumah sakit, saat itu Habibie koma hingga 3 Hari dan diagnosa TBC Tulang terpaksa harus dirawat sampai hampir sebulan, dan karena diselimuti ke khawatiran yang begitu besar ibu habibie segera terbang ke Jerman untuk melihat habibie, saat di rumah sakit Ilona juga selalu mendampingi habibie hingga ibu habibie tiba di jerman.

Ilona juga pernah hanya menitipkan bunga beserta fotonya bersama habibie ke kamar habibie, karena waktu itu habibie sedang istirahat dan tidak diberi masuk dan Ibu habibie melihat foto tersebut dan begitu penasaran siapa perempuan ini, hingga bertanya kepada teman habibie dan juga menanyakan alamat perempuan yang ada di foto tersebut, ibu habibie pun berkunjung ke rumah ilona dan berbicara panjang dengan Ilona, dan mempertanyakan apakah dia serius dengan Habibie, dan apakah dia akan mau ikut ke Indonesia seandainya menikah dengan Habibie dan pastinya juga harus menjadi muslim, karena keluarga Habibie adalah keluarga muslim yang taat, dan Ilona berkata "tidak susah untuk menjawab itu semua, saya siap" katanya, "namun apakah Rudy juga benar-benar mencintai saya" kata Ilona mempertanyakan kepada ibu Habibie

Setelah kejadian tersebut Ilona memilih tidak lagi mau berjumpa habibie, karena menganggap bahwa ibu Habibie tidak menyukai dia dan tidak merustui mereka, Habibie sempat galau ketika itu dan terus mencari Ilona hingga dia menggingat bahwa ilona seorang yang mencintai musik dan langsung bergegas ke tempat mereka pernah berjumpa di awal yaitu di festival musik  mahasiswa Indonesia

Awalnya Ilona seperti sempat menghindar dan tidak mau bicara dengan Habibie namun beberapa kemudian mereka mulai bicara dan Ilona mengatakan kita bisa memulainya semua disini, namun Habibie berkata saya ingin menjadi mata air bagi Negara saya, saya tidak bisa memulainya disini hingga Ilona berkata bahawa hari senin dia akan berangkat ke luar kota, karena dia sudah lulus menjadi dokter di salah satu rumah sakit di kota tersebut, dan dia berharap Habibie bisa datang  mungkin untuk perjumpaan terakhir kalinya
rudyhabibie.com
Sampailah hari dimana Ilona akan berangkat, dan awalnya Ilona sempat ragu Habibie akan datang dikarenakan seorang petugas memberikan dia surat yang berkata surat ini dititip oleh seorang lelaki, dan Ilona berfikir Habibie hanya menitip surat untuknya tanpa mau berjumpa untuk terakhir kalinya dengannya, namun tiba-tiba Habibie datang dari belakang dan menyapa Ilona dan mereka sekarang saling mengerti bahwa mereka saling mencintai tapi tidak bisa saling memiliki, dan Ilona juga mengerti bahwa Habibie adalah seorang yang cinta dengan negaranya, Karena Faktanya Saya Cinta Indonesia, dan masalahanya Saya sangat mencinta Indonesia, solusinya mereka jawab bersama “Saya Cinta Indonesia

Selesai.....

Sedikit bercerita jadi ane nonton film Rudy Habibie ini tanggal 28 Juni 2016, tepatnya 2 Hari sebelum penayangan serentak di seluruh bioskop di Indonesia, saat itu Yogyakarta terpilih sebagai kota kedua meet and greet seluruh cast dan crew film Rudy Habibie, hingga Eyang Habibie juga datang, yang luar biasaya ada ane sempat salaman dengan eyang habibie, sesuatu banget rasanya heehehehe.... 
0 Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...