Bubur Asyura, Budaya Memperingati 10 Muharram

Hari Asyura merupakan hari ke-10 pada bulan Muharram yang merupakan bulan pertama dalam tahun Islam, Menurut bahasa asyura sendiri berarti kesepuluh. dan apabila diartikan merupakan hari kesupuluh pada bulan muharram, bulan muharram merupakan bulan pertama dan utuma dalam islam. Agama Islam memang memiliki banyak hari besar, sama halnya seperti hari raya Idul Fitri dan Adha, hari Asyura juga diperingati dengan berbagai cara oleh umat muslim, hal yang paling umum adalah membuat bubur Asyura, dan salah satu amalan yang di sunatkan adalah berpuasa 


Puasa pada hari kesembilan dan kesepuluh di bulan muharram sering disebut dengan Puasa Tasu’a dan Puasa Asyura. puasa tasu'a sendiri pada sembilan muharram dan Asyura pada sepuluh muharram. Banyak dalil yang menerangkan hal ini, antara lain:

Dari Abu Hurairoh RA ia berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: “Shaum yang paling utama setelah shaum Ramadhan adalah shaum dibulan Alloh Muharram. Dan sholat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam” (HR Muslim 1162)

Dari Humaid bin Abdir Rahman, ia mendengar Muawiyah bin Abi Sufyan RA berkata: “Wahai penduduk Madinah, di mana ulama kalian? Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Ini hari Assyura, dan Alloh tidak mewajibkan shaum kepada kalian di hari itu, sedangkan saya shaum, maka siapa yang mau shaum hendaklah ia shaum dan siapa yang mau berbuka hendaklah ia berbuka” (HR Bukhari 2003)

Namun bagi sebagian besar umat muslim selain berpuasa pada hari kesembilan dan kesepuluh Muharam juga memiliki cara lain merayakan Hari Asyura yaitu dengan memasak bubur Asyura, dan sebagian membagikanya kepada sanak saudara. mungkin untuk jenis buburnya sendiri berbeda beda, namun tetap mengunakan beras ketan

Untuk Hari Asyura kali ini sendiri ane mendapatkan dua bubur Asyura, pertama itu dari saudara yang lumayan jauh kemudian dari salah satu pengurus di lembaga Les bahasa Inggris ane KIES, terima kasih besar ya buat yang udah ngasih bubur Asyura buat ane, benar rasanya enak banget..!

Sedikit bercerita sebenarnya dari kecil ane sudah mengetahui seputar hari asyura ketika itu seingat ane waktu nenek ane memasak bubur asyura di setiap tahun dan berkata ini bubur asyura, bubur asyura sendiri memiliki rasa yang enak banget, kalau menurut ane sih benar memang bubur asyura memiliki rasa yang khas.

Ada sejarah yang menyebutkan bahwa bubur Asyura merupakan salah satu bentuk kita memperingati hari Nabi Allah Nuh AS Yang selamat mendarat setelah 40 hari mengharungi bah (banjir) besar yang melanda dunia pada ketika itu.

Diceritakan bahawa, ketika mana bahtera Nabi Nuh a.s. berlabuh di bukit Juudi pada ‘Hari Asyura’. Sesampainya di daratan Nabi Nuh as. bertanya kepada pada umatnya “Masih adakah bekalan pelayaran yang tinggal untuk dimakan?” kemudian mereka menjawab “Ada ya Nabi”.Berkatalah Baginda pada pengikutnya: “Himpunkan apa yang kamu miliki daripada makanan yang lebih-lebih”. 

Maka, dibawalah satu genggam daripada kacang Baqila’ iaitu kacang ful (kacang poi) dan satu genggam kacang Adas, Ba’ruz dan hinthoh dan tepung sehingga menjadi tujuh bagai biji-bijian yang dimasak. Maka berkatalah Nabi Nuh as.: “Masaklah sekeliannya kerana kamu sudah mendapat kesenangan sekarang”. Maka terciptalah satu santapan yang lazat. Itulah Bubur ‘Asyura’. Kemudian Nabi Nuh as. memerintahkan untuk dibagih-bagihkan kepada semua yang ada.

Itulah sedikit hal yang ane tahu seputar Hari Asyura dan budaya memasa Bubur Asyura, semoga kita selalu senantiasi meningkatkan keimanan kita semua di setiap hari hari besar Islam, dan juga semoga budaya bubur asyura tidak terlekang oleh waktu.
0 Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...